DATE adalah komunitas di JPCC yang memuridkan anggotanya (Discipled), menerima apa adanya (Accepted), dipimpin Roh Kudus (Anointed), dilatih tujuan hidupnya (Trained), dan diperlengkapi Firman Tuhan (Equipped). Komunitas DATE yang sehat ditandai dengan perubahan hidup pemimpin dan anggotanya yang semakin menyerupai Kristus serta melahirkan pemurid berikutnya. Dalam pelaksanaannya, DATE menggunakan model Sermon-Based Small Groups, yaitu diskusi kelompok kecil yang berbasis pada khotbah di ibadah Minggu.
PREPARE & PRAY
Sebelum Saudara memulai pertemuan DATE reguler dan memfasilitasi diskusi, persiapkan diri Saudara dengan membaca DATE Meeting Guideline dan Berdoa agar Roh Kudus bekerja untuk mengubahkan setiap orang yang hadir.
"Persiapan adalah ekspresi dari IMAN."
QUOTES:
"Berkat terbesar yang dapat kita miliki bukanlah kekayaan, kesehatan, atau hidup tanpa masalah, melainkan memiliki Allah sendiri."
SUPPORTING VERSES:
Mazmur 73:1-26 (TB)
PERTANYAAN DISKUSI OIA:
SERMON-BASED SMALL GROUPS
DATE bukan sekadar tempat diskusi, tapi ruang di mana setiap orang mengalami Tuhan, dibentuk oleh firman, dan bertumbuh bersama dalam pengenalan yang benar akan Tuhan. Saudara tidak hanya membahas firman, tapi ditantang untuk mengaplikasikan firman.
Tujuan/Goal Pembahasan OIA di DATE:
JPCC Small Groups Ministry mendorong pembahasan OIA di DATE bukan untuk menambah pengetahuan Alkitab semata, tetapi untuk menolong setiap orang semakin mencintai Firman Tuhan dan membangun kebiasaan membaca Alkitab secara pribadi melalui metode yang sederhana dan mudah dilakukan.
Ice Breaker (5 menit)
Menurut Saudara, apa yang membuat seseorang merasa benar-benar diterima dan menjadi bagian dari sebuah keluarga atau komunitas?
Baca ayat bersama-sama/minta salah satu DM membacakannya:
23 Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku.
24 Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.
25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.
26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.
Context Singkat:
Mazmur 73 ditulis oleh Asaf, yang sempat bergumul ketika melihat orang-orang fasik tampak hidup lebih berhasil daripada orang benar. Ia menjadi iri, kecewa, bahkan hampir kehilangan arah. Namun ketika ia datang ke hadirat Tuhan, cara pandangnya berubah. Asaf menyadari bahwa berkat terbesar bukanlah hidup tanpa masalah, melainkan memiliki Tuhan yang selalu menyertai. Bagian yang akan kita baca menunjukkan perubahan hati dan cara pandang Asaf setelah kembali memusatkan hidupnya kepada Allah.
O — Observation (Apa yang terjadi dalam teks?)
- Saat membaca ayat ini, bagian atau kalimat mana yang paling menarik perhatian Saudara? Mengapa?
- Dari kata-kata yang digunakan Asaf, apa yang Saudara lihat tentang hubungan antara Asaf dan Tuhan? Apa yang Tuhan lakukan bagi Asaf?
- Jika mengingat pergumulan Asaf di awal Mazmur 73, menurut Saudara apa perubahan terbesar yang terjadi pada hati atau cara pandangnya?
I — Interpretation (Apa arti & maknanya?)
- Melihat perubahan hati Asaf, menurut Saudara apa yang bagian ini ajarkan tentang siapa Tuhan bagi orang yang percaya kepada-Nya?
- Mengapa menurut Saudara Asaf akhirnya bisa berkata, "Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi"? Apa yang ini ajarkan tentang apa yang sebenarnya paling dibutuhkan manusia?
Relevance (Relevansi untuk kehidupan Kristen masa kini)
Tanpa sadar, kita sering mengukur apakah hidup kita diberkati dari keadaan yang kita alami—pekerjaan yang baik, tubuh yang sehat, keluarga yang harmonis, atau rencana yang berjalan lancar. Semua itu memang anugerah Tuhan. Namun ketika semua itu menjadi sumber kebahagiaan utama kita, hati kita akan mudah goyah saat keadaannya berubah.
A — Application (Bagaimana menerapkannya?
Apa yang Tuhan sedang ingatkan kepada Saudara melalui firman hari ini? Langkah sederhana apa yang ingin Saudara ambil minggu ini untuk semakin menikmati Tuhan, bukan hanya mengejar berkat-Nya?
Penutup Fasilitator Diskusi
Hari ini kita belajar bahwa berkat terbesar bukanlah hidup tanpa masalah, melainkan memiliki Tuhan yang selalu memegang, menuntun, dan menguatkan kita. Asaf menemukan bahwa ketika Tuhan menjadi bagian yang paling berharga dalam hidupnya, cara pandangnya terhadap segala sesuatu ikut berubah. Kiranya firman ini juga menolong kita untuk terus mencari Tuhan, bukan hanya apa yang bisa Dia berikan, karena Dialah sumber sukacita dan pengharapan kita yang sejati.
Dunia bergerak cepat. Banyak orang fokus pada pencapaian pribadi. Apa yang paling menyenangkan dirinya? Bagaimana mendapatkan keinginannya? ""For The Glory of Your Name"" adalah album yang lahir dari kerinduan untuk mengajak semua anak-anak Tuhan—gereja dan generasi, untuk kembali menempatkan Kristus sebagai fokus kehidupan dan meninggikan nama-Nya. Karena, penyembahan sejati selalu tentang kemuliaan Tuhan. Album baru dari JPCC Worship sudah bisa Saudara dengarkan di digital platform. jpcc.me/ftgoynthealbum "
Singles Seminar "Single and Secure"
Musim single bukan hanya tentang mempersiapkan diri untuk sebuah hubungan, tetapi tentang bertumbuh menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Melalui Singles Seminar: Single & Secure, kita akan belajar membangun identitas yang teguh di dalam Tuhan, menjalani relasi yang sehat, dan hidup yang berdampak bagi generasi—apa pun musim kehidupan yang sedang dijalani. Diadakan hari Sabtu, 18 Juli 2026 pkl. 09.30–12.00 di UpperRoom (Main Hall). Terbuka untuk umum usia 18–30 tahun. Pendaftaran melalui MyJPCC App dibuka s.d. 18 Juli 2026."
Donor Darah di The Kasablanka
JPCC Foundation akan mengadakan Donor Darah, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Majalengka. Acara ini diselenggarakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Donor Darah diadakan pada hari Minggu, 19 Juli 2026 pkl. 07.00–13.00 WIB di The Kasablanka Lantai 3 (Foyer Milan). Sebelum mendaftar, pastikan Saudara sudah membaca syarat dan ketentuan Donor Darah (tersedia di MyJPCC App - Events). Dengan mendaftar, Saudara telah menyetujui seluruh ketentuan yang berlaku. Pendaftaran tersedia s.d. 15 Juli 2026."
Baptisan Air (Juli 2026)
Dalam baptisan, kamu dikuburkan bersama dengan Kristus, dan juga dibangkitkan bersama-sama dengan Dia melalui imanmu dalam kuasa Allah yang membangkitkan Dia dari antara orang mati. - Kolose 1:12. Baptisan Air menceritakan akan hubungan. Hubungan manusia yang telah terputus dari Allah oleh karena dosa, mendapatkan harapan karena Yesus datang ke dunia. Melalui pengorbanan-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya dari maut, kita tidak hanya diundang untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat tetapi juga memulai hidup yang baru di dalam Dia. Pendaftaran Kelas Baptisan Air tersedia di MyJPCC App - Classes."
Yakobus 5:16 TB
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
Ajak setiap anggota DATE untuk berbagi pokok doa yang spesifik agar dapat didoakan bersama. Setelah itu, luangkan waktu untuk berdoa bagi kesejahteraan kota Jakarta dan Tangerang, memohon perlindungan dan damai sejahtera bagi masyarakat. Doakan juga bangsa dan negara Indonesia, serta para pemimpin di pemerintahan pusat maupun daerah, agar diberikan hikmat dalam mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan.
Tips untuk Leader & Core Team Membawakan OIA
dengan Natural & Meaningful.
Observation bukan kuis Alkitab.
Tujuan observasi bukan mencari jawaban paling benar, tetapi membantu anggota benar-benar melihat isi teks: suasana, alur percakapan, respons tokoh, dan detail yang menonjol. Pertanyaan observasi yang baik membantu anggota masuk ke dalam cerita, bukan sekadar mengumpulkan informasi.
Kurang efektif:
“Siapa saja tokoh di ayat ini?”
Lebih efektif:
“Apa peran/situasi/motivasi masing-masing tokoh di ayat ini?
Pertanyaan yang baik membuka percakapan.
Pertanyaan OIA sebaiknya cukup spesifik untuk dijawab, tetapi cukup terbuka untuk memicu refleksi dan diskusi. Hindari pertanyaan yang terlalu abstrak atau terlalu mudah dijawab singkat. Diskusi yang hidup biasanya muncul dari pertanyaan yang mengajak anggota berpikir, menyelidiki dan mengalami isi teks.
Kurang efektif:
“Apa arti ayat ini?”
Lebih efektif:
“Menurut kamu, kenapa bagian ini penting sampai dituliskan seperti itu?”
Jangan takut dengan keheningan.
Saat anggota diam beberapa detik, tidak selalu berarti diskusi gagal. Sering kali mereka sedang berpikir, merenung, atau menghubungkan firman Tuhan dengan kehidupan pribadi mereka. Leader tidak perlu buru-buru mengisi setiap keheningan.
Leader memfasilitasi, bukan mendominasi.
Dalam OIA, tugas leader bukan menjadi orang yang paling banyak berbicara atau paling cepat memberi jawaban. Leader membantu anggota bersama-sama menemukan, memahami, dan merespons firman Tuhan. Fokus utama tetap pada firman Tuhan, bukan pada opini leader.
Application harus praktis dan realistis.
Aplikasi yang baik membantu anggota mengambil langkah praktis, sederhana, dan bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan aplikasi membantu firman Tuhan diterapkan secara konkret dalam kehidupan setiap anggota.
Kurang efektif:
“Saya mau lebih dekat sama Tuhan.”
Lebih efektif:
“Minggu ini saya mau meluangkan waktu 10 menit sebelum kerja untuk saat teduh tanpa distraksi.”
Tidak harus menyelesaikan semua pertanyaan.
OIA bukan checklist yang harus diselesaikan seluruhnya. Jika satu pertanyaan berkembang menjadi percakapan yang jujur, reflektif, dan membangun iman, itu sudah sangat berarti. Kualitas diskusi lebih penting daripada banyaknya pertanyaan yang dibahas. Leader bisa memilih beberapa pertanyaan dan/atau mengembangkan pertanyaan sendiri dari teks OIA.
Bangun suasana yang aman dan hangat.
Diskusi yang meaningful terjadi ketika anggota merasa aman untuk jujur, tidak takut salah bicara, dan tidak merasa dihakimi. Leader perlu menjaga suasana tetap terbuka, menghargai setiap respons, dan mendengarkan dengan sungguh.
Tujuan akhirnya adalah mengenal Tuhan lebih dalam.
OIA bukan sekadar memahami isi ayat atau mendapatkan pengetahuan baru. Tujuan akhirnya adalah membawa anggota semakin mengenal Tuhan, melihat hati-Nya lebih jelas, dan bertumbuh dalam kerinduan untuk hidup dekat dengan-Nya melalui Alkitab.

