DATE MEETING GUIDELINE

DATE adalah komunitas di JPCC yang memuridkan anggotanya (Discipled), menerima apa adanya (Accepted), dipimpin Roh Kudus (Anointed), dilatih tujuan hidupnya (Trained), dan diperlengkapi Firman Tuhan (Equipped). Komunitas DATE yang sehat ditandai dengan perubahan hidup pemimpin dan anggotanya yang semakin menyerupai Kristus serta melahirkan pemurid berikutnya. Dalam pelaksanaannya, DATE menggunakan model Sermon-Based Small Groups, yaitu diskusi kelompok kecil yang berbasis pada khotbah di ibadah Minggu.

CELEBRATE

15 - 20 MENIT

COACH

60 MENIT

COMMUNICATE

5 - 10 MENIT

CARE

5 - 10 MENIT

PREPARE & PRAY

Sebelum Saudara memulai pertemuan DATE reguler dan memfasilitasi diskusi, persiapkan diri Saudara dengan membaca DATE Meeting Guideline dan Berdoa agar Roh Kudus bekerja untuk mengubahkan setiap orang yang hadir.

"Persiapan adalah ekspresi dari IMAN."

COACH
Tuhan, Buka Mata Saya.
Sebagai penutup seri Resilience in Crisis, kita diajak melihat bahwa setiap krisis pada akhirnya menyentuh hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Krisis rohani sering muncul ketika ekspektasi kita tentang bagaimana Tuhan seharusnya bekerja bertabrakan dengan realita. Seperti dua murid yang berjalan menuju Emaus, kita bisa tetap melihat fakta dengan benar, tetapi menarik kesimpulan yang salah karena kekecewaan telah menyelubungi mata rohani kita.

Namun, ketika kedua murid itu merasa harapan mereka telah berakhir, ternyata Yesus sendiri sedang berjalan bersama mereka. Hal yang sama dapat terjadi dalam hidup kita. The absence of awareness is not the absence of God. Ketika Tuhan terasa tidak hadir, bukan berarti Dia tidak hadir. Ketika kita tidak memahami apa yang sedang Dia kerjakan, bukan berarti Tuhan berhenti bekerja. Kekecewaan dapat membuat hati kita lamban untuk percaya. Hati yang lamban adalah hati yang lebih cepat percaya keadaan dari pada Firman Tuhan, sehingga kita membutuhkan Tuhan untuk membuka kembali mata rohani kita.

Menariknya, Yesus tidak langsung mengubah keadaan kedua murid tersebut. Ia terlebih dahulu mengubah cara mereka memahami keadaan melalui Kitab Suci. Situasinya belum berubah, tetapi perspektif mereka mulai berubah. Karena itu, spiritual flourishing terjadi ketika Tuhan mengubah perspektif kita melalui Firman-Nya, bahkan sebelum keadaan kita berubah. Tuhan lebih tertarik untuk mengubah kita dari pada mengubah keadaan kita.

Pada akhirnya, perjalanan kedua murid itu membawa mereka dari hati yang lamban menjadi hati yang berkobar-kobar. Kita pun diajak untuk tidak hanya mencari Tuhan di tujuan, tetapi belajar mengenali Dia di sepanjang perjalanan.

QUOTES:

"Ketika Allah terasa tidak hadir, Ia sebenernya lebih dekat dari yang kita sadari."

SUPPORTING VERSES:

Mazmur 34:19 (TB), Lukas 24:13-33 (TB), 2 Korintus 3:18 (TB).


PERTANYAAN DISKUSI OIA:


SERMON-BASED SMALL GROUPS
DATE bukan sekadar tempat diskusi, tapi ruang di mana setiap orang mengalami Tuhan, dibentuk oleh firman, dan bertumbuh bersama dalam pengenalan yang benar akan Tuhan. Saudara tidak hanya membahas firman, tapi ditantang untuk mengaplikasikan firman.

Tujuan/Goal Pembahasan OIA di DATE:
JPCC Small Groups Ministry mendorong pembahasan OIA di DATE bukan untuk menambah pengetahuan Alkitab semata, tetapi untuk menolong setiap orang semakin mencintai Firman Tuhan dan membangun kebiasaan membaca Alkitab secara pribadi melalui metode yang sederhana dan mudah dilakukan.

Ice Breaker (5 menit)
Kalau Saudara sedang menghadapi sesuatu yang berat, mana yang biasanya lebih sulit: tetap percaya Tuhan ada, atau percaya bahwa Tuhan sedang bekerja?

Baca ayat bersama-sama/minta salah satu DM membacakannya:

Lukas 24:13-35 (TB)
13 Pada hari itu juga ada dua orang dari murid-murid Yesus berjalan ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenali Dia.
17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
18 Seorang dari mereka, yang bernama Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari ini?"
19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari sejak semuanya itu terjadi.
22 Tetapi beberapa perempuan dari antara kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi benar mereka telah pergi ke kubur,
23 dan ketika mereka tidak menemukan mayat-Nya, mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup.
24 Dan beberapa orang teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat."
25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambatnya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!
26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"
27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.
29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah hampir malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan membagikannya kepada mereka.
31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenali Dia, tetapi Ia lenyap dari pemandangan mereka.
32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
33 Lalu bangunlah mereka saat itu juga dan kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.
34 Kata murid-murid itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon."
35 Lalu kedua murid itupun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Context Singkat:
Yesus baru saja disalibkan. Harapan kedua murid ini tentang Yesus sepertinya hancur. Mereka kemudian meninggalkan Yerusalem dan berjalan menuju Emaus. Di tengah perjalanan, seseorang datang dan berjalan bersama mereka. Mereka bercerita kepada orang itu tentang semua yang terjadi. Mereka tidak tahu bahwa orang yang sedang mendengarkan cerita mereka adalah Yesus sendiri.

O — Observation (Apa yang terjadi dalam teks?)

  • Bayangkan Saudara menjadi salah satu dari dua murid tersebut. Dari percakapan mereka, apa yang kelihatan sedang memenuhi pikiran dan hati mereka?
  • Perhatikan apa yang terjadi setelah Yesus bersama dengan mereka. Apa yang dilakukan Yesus sepanjang perjalanan itu? Dan bagaimana kedua murid tersebut merespons?
  • Ketika akhirnya mereka mengenali Yesus, apa yang langsung berubah dalam diri mereka, dibandingkan dengan ketika mereka pertama kali meninggalkan Yerusalem?

I — Interpretation (Apa arti & maknanya?)

  • Dari cerita ini, apa yang Saudara belajar tentang Tuhan ketika kita sedang kecewa, bingung, atau merasa Tuhan jauh?
  • Kalau kita ada di posisi kedua murid itu, menurut Saudara, apa yang biasanya membuat kita sulit melihat bahwa Tuhan sebenarnya ada bersama kita?

Relevance (Relevansi untuk kehidupan Kristen masa kini)
Kadang kita juga seperti kedua murid ini. Saat keadaan tidak sesuai harapan, kita bisa begitu fokus pada masalah, kekecewaan, atau apa yang belum Tuhan lakukan sampai kita tidak melihat apa yang sedang Tuhan kerjakan. Kita merasa Tuhan jauh, padahal mungkin Dia sedang berjalan bersama kita. Karena itu, ketika Tuhan terasa tidak hadir, mungkin kita perlu berhenti sejenak dan bertanya, “Tuhan, apa yang sedang Engkau tunjukkan kepada saya yang belum saya lihat?”\

A — Application (Bagaimana menerapkannya?

  • Melihat firman Tuhan hari ini, apa yang Saudara mau lakukan berbeda di minggu ini ketika Tuhan terasa jauh atau keadaan sedang tidak sesuai harapan? 

Penutup Fasilitator Diskusi

Kadang ketika menghadapi masalah atau kekecewaan, kita merasa Tuhan jauh atau tidak sedang melakukan apa-apa. Tetapi seperti kedua murid di Emaus, Yesus sebenarnya sudah berjalan bersama mereka, bahkan ketika mereka belum menyadari-Nya. Kita mungkin belum mengerti apa yang sedang Tuhan kerjakan, tetapi kita bisa tetap percaya bahwa Dia hadir dan tidak meninggalkan kita. Mari belajar untuk tetap berjalan bersama Tuhan, sambil meminta Dia membuka mata kita untuk melihat kehadiran dan pekerjaan-Nya di tengah perjalanan kita.

COMMUNICATE

Parents Day

Agar gereja dan keluarga dapat semakin bersinergi bersama dalam membangun iman generasi penerus, JPCC akan mengadakan kembali PARENTS DAY! Kami mengundang orang tua yang anaknya memasuki kelas baru untuk hadir. Diadakan mulai tanggal 9 Agustus s.d. 20 September 2026 dengan jadwal sesuai dengan grade anak. Lihat informasi selengkapnya di: jpcc.org/parentsday.

Explore The New Learning Center!
Untuk membantu Saudara terus bertumbuh, JPCC menyediakan sebuah website yang menjadi learning center bagi jemaat, yaitu learning.myjpcc.org, tempat Saudara bisa menemukan dan mengikuti berbagai kelas online secara mandiri, video pengajaran, panduan DATE, panduan untuk memperlengkapi Parents, dan lain-lain. Sebagai informasi, materi yang dulunya tersedia dalam _website_ resources.myjpcc.org telah berpindah ke website learning.myjpcc.org, sehingga materi dapat diakses secara lebih terpusat dan nyaman bagi jemaat. Selamat belajar dan terus bertumbuh!

College Bible Community

Iman bertumbuh melalui proses, dialog, dan pengalaman nyata. College Bible Community, adalah tempat untuk kamu yang sedang kuliah, untuk belajar firman Tuhan, berdiskusi, bertanya, dan bertumbuh bersama komunitas yang aman dan suportif. Akan ada waktu diskusi dan dengar perspektif satu sama lain. Dan tentu saja, kami juga menyediakan snack! Diadakan setiap Minggu, mulai 6 September 2026: UpperRoom: 14.30–16.00 | Annex 6 dan Sutera Hall: 14.00–15.30 | Cikandi 1. Daftar di MyJPCC App - Event.

CARE

Yakobus 5:16 TB 

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”

Ajak setiap anggota DATE untuk berbagi pokok doa yang spesifik agar dapat didoakan bersama. Setelah itu, luangkan waktu untuk berdoa bagi kesejahteraan kota Jakarta dan Tangerang, memohon perlindungan dan damai sejahtera bagi masyarakat. Doakan juga bangsa dan negara Indonesia, serta para pemimpin di pemerintahan pusat maupun daerah, agar diberikan hikmat dalam mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan.

Tips untuk Leader & Core Team Membawakan OIA
dengan Natural & Meaningful.



  1. Observation bukan kuis Alkitab.

Tujuan observasi bukan mencari jawaban paling benar, tetapi membantu anggota benar-benar melihat isi teks: suasana, alur percakapan, respons tokoh, dan detail yang menonjol. Pertanyaan observasi yang baik membantu anggota masuk ke dalam cerita, bukan sekadar mengumpulkan informasi.

Kurang efektif:

“Siapa saja tokoh di ayat ini?”

Lebih efektif:

“Apa peran/situasi/motivasi masing-masing tokoh di ayat ini?


  1. Pertanyaan yang baik membuka percakapan.

Pertanyaan OIA sebaiknya cukup spesifik untuk dijawab, tetapi cukup terbuka untuk memicu refleksi dan diskusi. Hindari pertanyaan yang terlalu abstrak atau terlalu mudah dijawab singkat. Diskusi yang hidup biasanya muncul dari pertanyaan yang mengajak anggota berpikir, menyelidiki dan mengalami isi teks.

Kurang efektif:

“Apa arti ayat ini?”

Lebih efektif:

“Menurut kamu, kenapa bagian ini penting sampai dituliskan seperti itu?”


  1. Jangan takut dengan keheningan.

Saat anggota diam beberapa detik, tidak selalu berarti diskusi gagal. Sering kali mereka sedang berpikir, merenung, atau menghubungkan firman Tuhan dengan kehidupan pribadi mereka. Leader tidak perlu buru-buru mengisi setiap keheningan.


  1. Leader memfasilitasi, bukan mendominasi.

Dalam OIA, tugas leader bukan menjadi orang yang paling banyak berbicara atau paling cepat memberi jawaban. Leader membantu anggota bersama-sama menemukan, memahami, dan merespons firman Tuhan. Fokus utama tetap pada firman Tuhan, bukan pada opini leader.


  1. Application harus praktis dan realistis.

Aplikasi yang baik membantu anggota mengambil langkah praktis, sederhana, dan bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan aplikasi membantu firman Tuhan diterapkan secara konkret dalam kehidupan setiap anggota.

Kurang efektif:

“Saya mau lebih dekat sama Tuhan.”

Lebih efektif:

“Minggu ini saya mau meluangkan waktu 10 menit sebelum kerja untuk saat teduh tanpa distraksi.”


  1. Tidak harus menyelesaikan semua pertanyaan.

OIA bukan checklist yang harus diselesaikan seluruhnya. Jika satu pertanyaan berkembang menjadi percakapan yang jujur, reflektif, dan membangun iman, itu sudah sangat berarti. Kualitas diskusi lebih penting daripada banyaknya pertanyaan yang dibahas. Leader bisa memilih beberapa pertanyaan dan/atau mengembangkan pertanyaan sendiri dari teks OIA.


  1. Bangun suasana yang aman dan hangat.

Diskusi yang meaningful terjadi ketika anggota merasa aman untuk jujur, tidak takut salah bicara, dan tidak merasa dihakimi. Leader perlu menjaga suasana tetap terbuka, menghargai setiap respons, dan mendengarkan dengan sungguh.


  1. Tujuan akhirnya adalah mengenal Tuhan lebih dalam.

OIA bukan sekadar memahami isi ayat atau mendapatkan pengetahuan baru. Tujuan akhirnya adalah membawa anggota semakin mengenal Tuhan, melihat hati-Nya lebih jelas, dan bertumbuh dalam kerinduan untuk hidup dekat dengan-Nya melalui Alkitab.


FOLLOW US
DOWNLOAD MYJPCC APP
Download Android
Download Android